Temukan jawaban lengkap dari pertanyaan seputar kehamilan yang sering ditanyakan
Waspadai kandungan suplemen prenatal yang dipilih di luar resep. Sebagian besar persiapan aman. Namun, merek-merek tertentu mungkin tidak cocok untuk kehamilan karena mungkin mengandung terlalu banyak nutrisi tertentu, yang membahayakan kesehatan bayi.
Cobalah untuk mengonsumsi suplemen di malam hari sebelum tidur sehingga Ibu dapat tidur melewati rasa mual. Atau, dapat mencoba jenis suplemen prenatal alternatif lainnya. Cari penilaian lebih lanjut dari dokter Anda jika Anda tidak dapat menahan suplemen tersebut.
Terdapat Ada banyak formulasi suplemen prenatal yang berbeda tersedia, dengan konsentrasi setiap nutrisi yang berbeda. Tidak semua suplemen prenatal mengandung asam omega-3, yang mungkin berguna untuk meningkatkan perkembangan otak dan mata bayi. Jika Ibu hamil tidak bisa makan dengan kandungan ikan atau makanan tinggi asam omega-3 yang cukup tinggi, maka Anda dapat mempertimbangkan komponen omega-3 terdapat didalam pilihan suplemen prenatal.
Pilih suplementasi prenatal yang dimana setiap tablet MMS mengandung 10 vitamin (A, D, E, C, B1, B2, niasin, B6, B12, asam folat) dan 5 mineral (zat besi, zinc, tembaga, selenium, dan iodin). Kemenkes menyarankan ibu hamil mengonsumsi MMS selama 6 bulan masa kehamilan untuk mengurangi risiko BBLR (Berat Badan Lahir Rendah, yaitu kondisi ketika bayi baru lahir memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram atau 2,5 kg) dan stunting.
Suplementasi Multimikronutrien (MMS) Kemenkes RI menekankan pentingnya ragam mikronutrien bagi ibu hamil. MMS memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, sehingga dapat mengurangi berbagai risiko yang menyertai kehamilan, bayi lahir pendek, stunting, dan kematian bayi.
Isi formulir untuk konsultasi kesehatan