E-Asfarm (Elektronik Asuhan Kefarmasian) adalah platform digital hasil hilirisasi riset yang dirancang untuk memutus rantai masalah kesehatan ibu dan anak melalui solusi elektronik dan pendampingan kefarmasian yang rasional. E-Asfarm menggabungkan teknologi digital untuk mengatasi disparitas akses layanan kesehatan dengan prinsip asuhan kefarmasian yang memastikan penggunaan obat dan praktik swamedikasi yang aman. Platform ini lahir dari penelitian yang dipimpin oleh apt. Nurul Kusumawardani, M.Farm, dan berfokus pada kolaborasi interprofesional, integrasi kearifan lokal, serta pemberdayaan kader kesehatan desa sebagai garda terdepan pendampingan ibu dan anak.
E-Asfarm hadir sebagai sebuah inisiatif untuk memutus rantai masalah kesehatan ibu dan anak yang masih sering terjadi di berbagai wilayah. Permasalahan ini bermula sejak masa remaja putri, kemudian berlanjut saat menjadi ibu hamil, ibu menyusui, hingga berdampak pada anak balita. Remaja putri rentan mengalami anemia, ibu hamil memiliki risiko tinggi mengalami anemia dan hipertensi, ibu menyusui menghadapi tantangan pemenuhan gizi serta swamedikasi, dan akhirnya kondisi tersebut dapat berujung pada stunting pada anak.
Rangkaian persoalan ini semakin kompleks karena adanya kesenjangan akses layanan kesehatan serta praktik swamedikasi yang kurang rasional di masyarakat.
E-Asfarm merupakan hasil hilirisasi riset yang dipimpin oleh apt. Nurul Kusumawardani, M.Farm. Platform ini dikembangkan berdasarkan temuan penting yang juga diulas dalam buku "Strategi Konseling Kefarmasian Ibu Hamil: Tatap Muka dan Digital."
Melalui riset tersebut, lahir kebutuhan untuk menghadirkan solusi berkelanjutan yang mampu menjembatani layanan profesional dengan kondisi nyata di lapangan.
Permasalahan kesehatan ibu dan anak adalah persoalan multifaktor, sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itulah E-Asfarm menggabungkan dua pendekatan utama:
Solusi digital digunakan untuk menjawab tantangan disparitas akses, sehingga informasi dan layanan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Pendekatan asuhan kefarmasian menjadi dasar untuk memastikan bahwa swamedikasi dilakukan secara rasional, aman, dan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Dengan memadukan dua pilar ini, E-Asfarm menekankan pentingnya kolaborasi interprofesional, di mana berbagai tenaga kesehatan bekerja bersama untuk memberikan dampak terbaik bagi ibu dan anak.
E-Asfarm menggabungkan pengetahuan berbasis budaya lokal (etnomedisin) dengan pengobatan modern berbasis bukti ilmiah. Tujuannya adalah menghadirkan layanan yang relevan, diterima masyarakat, namun tetap aman dan teruji.
Kami memberdayakan Kader Kesehatan Desa sebagai ujung tombak penghubung antara layanan kesehatan dan masyarakat. Kader bertugas dalam pemantauan, edukasi, hingga menjadi jembatan bagi ibu hamil dan menyusui untuk mendapatkan pendampingan kesehatan yang tepat.
Menjadi platform layanan kesehatan digital terdepan yang memberikan akses mudah dan berkualitas untuk monitoring kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi interprofesional tenaga kesehatan.
Ketua Dosen Peneliti
Web Developer
Web Developer
Isi formulir untuk konsultasi kesehatan